Senin, 11 November 2013

ETIKA KEWIRAUSAHAAN



TUGAS KEWIRAUSAHAAN
ETIKA KEWIRAUSAHAAN

NAMA-NAMA KELOMPOK II
☻ ELVA FEBRI ASHARI
☻ GITA CAHYA NIRWANA
☻DERI SILAMBI
☻ CHIKA DJULIA SALSABILA
☻ MILA KARMILA


SMK KESEHATAN MANDONGA
2013





KATA PENGANTAR
Puji syukur saya penjatkan kehadirat AllAh SWT, yang atas rahmat-Nya maka saya dapat menyelesaikan penyusunan Karya Tulis Ilmiah. Karya Tulis Ilmiah adalah merupakan salah satu tugas dan persyaratan untuk menyelesaikan tugas mata pelajaran kewirausahaan .Saya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat di selesaikan sesuai dengan waktunya.
Dalam penulisan Karya Tulis Ilmiah ini saya merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang saya miliki. Karya Tulis Ilmiah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang berifat membangun demi kesempurnaannya.
Semoga Karya Tulis Ilmiah ini memberikan informasi kepada pembaca dan bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan bagi kita semua, serta berharap semoga Allah memberikan imbalan yang setimpal pada mereka yang telah memberikan bantuan, dan dapat menjadikan semua bantuan ini sebagai ibadah, Amiin Yaa Robbal ‘Alamiin.

Kendari, 08 November 2013

Penulis,

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR…………………………………………..   1
DAFTAR ISI. ………………………………………….…..……   2
BAB I – PENDAHULUAN…………………………………….    3
1.1 Tinjauan Umum Tentang Kewirausahaan …………..……...   3
1.2 Tinjauan Umum Tentang Etika…………………………..….   4
BAB II – PENDAPAT PARA AHLI………………………….    6
2.1 Definisi Kewirausahaan Menurut Para Ahli …………….....   6
2.2 Definisi Etika Menurut Para Ahli………………………..….   8
BAB III – PEMBAHASAN…………………………………….   9
3.1 Pembahasana Etika Terapan ………………….………..…..   9
3.2 Beberapa bidang bagi Etika Terapan……………………...   10
BAB IV – PENUTUP………………………………………....    12
4.1 kesimpulan………….……………………………………...   12
4.2 saran……………………………………………………......             12
DAFTAR PUSTAKA ……………………………………...….   13
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Tinjauan umum tentang Kewirausahaan
Dahulu kewirausahaan merupakan bakat sejak lahir dan diasah melalui pengalaman langsung di lingkungan, maka sekarang ini paradigma tersebut telah bergeser.Kewirausahaan telah menjadi disiplin ilmu yang mempelajari tentang nilai, kemampuan dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidup untuk memperoleh peluang dengan berbagai resiko yang mungkin dihadapinya.Sebagai suatu disiplin ilmu, maka ilmu kewirausahaan dapat dipelajari dan diajarkan, sehingga setiap individu memiliki peluang untuk tampil sebagai seorang wirausahawan.Sebagai suatu disiplin ilmu, maka ilmu kewirausahaan dapat dipelajari dan diajarkan, sehingga setiap individu memiliki peluang untuk tampil sebagai seorang wirausahawan.Bahkan untuk menjadi wirausahawan.
Pengertian kewirausahaan yaitu usaha yang dilakukan melalui inovasi dan kemauan seseorang untuk mengorganisir, mengelola, dan mengasumsikan sebuah bisnis.Contoh kecilnya seperti membuka toko sendiri, dan menjual jasa. Usaha tersebut dimiliki penuh oleh orang tersebut dan akan mendapatkan hasil dan jerih payah kita sendiri.
Banyak manfaat dalam ilmu kewirasuhaan selain sebagai dasar kita dalam belajar tentunya wirausaha juga bisa menjadi sumber pendapatan dan juga proses pembentukan karakter wirausaha juga memiliki manfaat yang banyak sekali.Keberanian untuk membentuk jiwa wirausaha juga didorong oleh dosen di Kampus atau lembaga pelatihan.Mereka memberikan mta kuliah tentang kewirausahaan yang praktis dan menarik sehingga membangkitkan minat mahasiswa untuk berwirausaha.

1.2 Tinjauan umum tentang Etika
Manusia adalah makhluk sosial yang hidup dan kehidupannya selalu bersinggungan dengan manusia lain. Setiap individu memiliki sifat dan kebiasaan berbeda. Oleh sebab itu, seseorang harus pandai dalam menempatkan diri dalam kehidupan sosial agar tidak menyakiti dan merugikan orang lain .Hal inilah yang melatarbelakangi penting etika dalam kehidupan.Manusia tentu bukan hidup untuk mencari musuh. Setiap orang hidup dengan tujuan yang sama, perdamaian dan persaudaraan. Etika merupakan seperangkat aturan yang berfungsi untuk mengatur dan mengajari seseorang dalam bersikap. Etika akan membimbing manusia untuk berlaku sopan dan pantas pada setiap orang
Sebenarnya, etika tidak perlu diajarkan secara khusus dan tersendiri. Etika akan terbentuk dan dipelajari sendiri dalam lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat umum. Namun, hal itu tentu bukan jaminan bagi seseorang untuk menerima berbagai pelajaran positif yang berkenaan dengan etika. Seseorang yang hidup dan dibesarkan di lingkungan “tidak baik” akan tumbuh menjadi sosok kurang beretika. Orang tersebut akan berlaku bebas sesuai keinginannya tanpa memperhatikan perasaan orang lain. Ia hanya berpikir bahwa apa yang dilakukan haruslah berdampak baik baginya meskipun tidak baik bagi orang lain.
Belajar etika memiliki beberapa manfaat antara lain; membuat seseorang lebih menghargain individu lain karena timbulnya pemikiran “bagaimana jika aku menjadi dia”. Meskipun tampak kuno, memposisikan diri sebagai orang lain akan membuat seseorang mampu memperkirakan tindakan yang akan dilakukan individu lain ketika mengalami kejadian tertentu; Etika akan membuat seseorang menyadari pentingnya kehidupan; Etika mengajadi seseorang untuk sadar dalam bertindak; Etika membuat seseorang mendahulukan hal yang lebih penting yang dalam hal ini berkaitan dengan hati nurani.













BAB II
PENDAPAT PARA AHLI

2.1 Definisi Kewirausahaan Menurut Para Ahli
Peter F Drucker
Kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different) .
Thomas W Zimmerer
Kewirausahaan adalah penerapan kreativitas dan keinovasian untuk permasalahan dan upaya memanfaatkan peluang-peluang yang dihadapi orang setiap hari.
Andrew J Dubrin
Seseorang yang mendirikan dan menjalankan sebuah usaha yang inovatif (Entrepreneurship is a person who founds and operates an innovative business).
Robbin & Coulter
Entrepreneurship is the process whereby an individual or a group of individuals uses organized efforts and means to pursue opportunities to create value and grow by fulfilling wants and need through innovation and uniqueness, no matter what resources are currently controlled.
Dari definisi tentang Entrepreneurship diatas terdapat 3 tema penting yang dapat di identifikasi:
1. the pursue  of opportunities , (entrepreneurship adalah berkenaan dengan mengejar kecenderungan dan perubahan-perubahan lingkungan yang orang lain tidak melihat dan memperhatikannya).
2. innovation, (entrepreneurship mencakup perubahan perombakan, pergantian bentuk, dan memperkenalkan pendekatan-pendekatan baru…. Yaitu produk baru atau cara baru dalam melakukan bisnis).
3.   growth. (Pasca entrepreneur mengejar pertumbuhan, mereka tidak puas dengan tetap kecil atau tetap dengan ukuran yang sama. Entrepreneur menginginkan bisnisnya tumbuh dan bekerja keras untuk meraih pertumbuhan  sambil secara berkelanjutan mencari kecenderungan dan terus melakukan innovasi produk dan pendekatan baru.
Istilah kewirausahaan pada dasarnya merupakan suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang nilai, kemampuan (ability) dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidup untuk memperoleh peluang dengan berbagai risiko yang mungkin dihadapinya, maka definisi
Kewirausahaan adalah proses menciptakan sesuatu nilai yang berbeda dengan mencurahkan waktu dan upaya yang diperlukan, memikul risiko-risiko finansial, psikis dan sosial yang menyertai, serta menerima penghargaan /imbalan moneter dan kepuasan pribadi.


2.2 Definisi Etika Menurut Para Ahli
Rosita noer
ajaran (normatif) dan pengetahuan (positif) tentang yang baik dan yang buruk, menjadi tuntutan untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik.
Drs. O.P. Simorangkir
Etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berperilaku menurut ukuran dan nilai yang baik.

Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat
Etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal.
Drs. H. Burhanudin Salam
Etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai norma dan moral yang menentukan perilaku manusia dalam hidupnya.
Etika (Yunani Kuno: “ethikos”, berarti “timbul dari kebiasaan”) adalah cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab. Munculnya Etika terapan yaitu terjadi karena perkembangan dalam bidang pengetahuan dan teknologi sehingga memicu kepedulian orang untuk menerapkan suatu tindakan yang disebut Etika terapan
BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Pembahasan Etika Terapan
Etika terapan (applied ethics) sama sekali bukan hal yang baru dalam sejarah filsafat moral. Sejak Plato dan Aristoteles etika merupakan filsafat praktis, artinya filsafat yang ingin memberikan penyuluhan terhadap tingkah laku manusia dengan memperlihatkan apa yang harus dilakukan. Dalam abad pertengahan Thomas Aquinas melanjutkan filsafat praktis ini dan menerapkannya dibidang teologi moral.Pada awal zaman modern muncul etika khusus (speciall ethics) yang membahas masalah etis suatu bidang tertentu seperti negara dan keluarga.
Pada awal abad 20,  di kawasan berbahasa inggris, khususnya di United Kingdom dan Amerika Serikat etika dipraktekkan sebagai”metaetika”. Ini adalah suatu aliran dalam filsafat moral yang tidak menyelidiki baik buruknya perbuatan manusia, melainkan “bahasa moral” atau ungkapan-ungkapan manusia tentang baik dan buruk.  Aliran meta etika merupakan filsafat moral yang mendominasi enam decade pertama abad ke-20. Baru mulai akhir 1960-an terlihat suatu tendensi lain. Timbul perhatian yang semakin besar terhadap etika.Sekitar saat itu etika mulai meminati masalah-masalah etis yang konkrit.Etika turun dari tempatnya yang tinggi, dan mulai membumi.Perubahan tersebut dapat dikatakan dipicu oleh beberapa factor yang timbul serentak. Diantara beberapa factor itu dapat disebut factor  penting pertama adalah perkembangan dalam bidang ilmu pengetahuan dan tekhnologi, khususnya dalam sector ilmu-ilmu biomedis. Perkembangan pesat bidang ini telah menimbulkan banyak persoalan etis yang besar.Faktor penting kedua adalah terciptanya semacam “iklim moral” yang mengundang minat baru untuk etika.Iklim baru yang dimaksud berupa munculnya gerakan hak diberbagai bidang, yang secara khusus telah mengundang peran actual dari etika itu sendiri.


3.2     Beberapa Bidang Garapan bagi Etika Terapan
1.      Dua wilayah besar yang disoroti etika terapan
Dua wilayah besar yang disoroti atau mendapat perhatian khusus dan serius di dalamnya, yakni wilayah profesi dan wilayah masalah.Etika kedokteran, etika politik, etika bisnis, dan sebagainya, merupakan wilayah profesi.Penggunaan tenaga nuklir, pembuatan, pemilikan, penggunaan senjata nuklir, pencemaran lingkungan hidup, diskriminasi ras merupakan wilayah masalah. Cabang etika terapan yang paling banyak mendapat perhatian dalam zaman kita sekarang ini dapat disebut dari sudut/wilayah profesi, yakni: etika kedokteran dan etika bisnis. Dari wilayah masalah masalah dapat disebut: etika tentang perang dan damai dan etika lingkungan hidup.
2.      Pembagian ke dalam makroetika dan mikroetika
Cara lain untuk membagikan etika terapan adalah dengan membedakan antara makroetika dan mikroetika. Makroetika membahas masalah-masalah moral pada skala besar.Suatu masalah disebut makroetika apabila masalah itu menyangkut suatu bangsa seluruhnya abahn seluruh umat manusia.Ekonomi dan keadilan; lingkungan hidup, dan alokasi sarana-sarana pelayanan kesehatan dapat digolongkan sebagai contoh-contoh dari makroetika.Mikroetika membicarakan pertanyaan-pertanyaan etis dimana individu terlibat, seperti kewajiban dokter terhadap pasiennya atau kewajiban pengacara terhadap kliennya. Kadang diantara makroetika dan mikroetika disisipkan lagi jenis etika terapan yang ketiga, yang disebut mesoetika (meso=madya), yang menyoroti masalah-masalah etis yang berkaitan dengan suatu kelompok atau profesi, seperti kelompok ilmuwan, profesi wartawan, pengacara dan sebagainya.
3.      Pembagian ke dalam etika individual dan etika sosial
Pembagian lain etika terapan adalah pembedaan antara etika individual dan etika social. Etka individual membahas kewajiban manusia terhadap dirinya sendiri, sedangkan etika social membahas kewajiban manusia sebagai anggota masyarakat. Namun pembagian ini banyak diragukan relevansinya, karena manusia peroranganpun selalu adalah mahluk social, sehingga tidak bias dibedakan antara etika semata-mata individual dan etika yang semata-mata sosial.








BAB IV
PENUTUP
4.1 kesimpulan
Istilah kewirausahaan pada dasarnya merupakan suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang nilai, kemampuan (ability) dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidup untuk memperoleh peluang dengan berbagai risiko yang mungkin dihadapinya.Etika terapan juga mempunyai hubungan dengan kewirausahaan sebab termasukaliran dalam filsafat moral yang tidak menyelidiki baik buruknya perbuatan manusia, melainkan “bahasa moral” atau ungkapan-ungkapan manusia tentang baik dan buruk.Jadi etika terapan merupakan bagian dari disiplin ilmu kewirausahaan.
4.2 saran
Pelanggaran etika bisnis itu dapat melemahkan daya saing hasil industri dipasar internasional.Ini bisa terjadi sikap para pengusaha kita.Lebih parah lagi bila pengusaha Indonesia menganggap remeh etika bisnis yang berlaku secara umum dan tidak pengikat itu.
Kecenderungan makin banyaknya pelanggaran etika bisnis membuat keprihatinan banyak pihak. Pengabaian etika bisnis dirasakan akan membawa kerugian tidak saja buat masyarakat, tetapi juga bagi tatanan ekonomi nasional. Disadari atau tidak, para pengusaha yang tidak memperhatikan etika bisnis akan menghancurkan nama mereka sendiri dan negara.


DAFTAR PUSTAKA
http://dumaikotapoltac.blogspot.com/2012/01/masalah-etika-terapan-dan-tantangannya.html

Jumat, 04 Oktober 2013

KEWIRAUSAHAAN 1



TUGAS
KEWIRAUSAHAAN

D
I
S
U
S
U
N
OLEH :

Nama                           : Chika Djulia Salsabila
Email                           :Chika_djuliasalsabila@yahoo.com
Kelas                            : X KEPERAWATAN (A)
No Absen                     : 024
Guru Mata Pelajaran : Pak. Adam Pramono
Email                           : Adampramono6@gmail.com

1.    Jelaskan apa yang dimaksud dengan Entrepreneurship!
2.    Tulislah pendapat beberapa para ahli tentang kewirausahaan!
3.    Sebutkan nama tokoh diindonesia yang sukses dalam berwirausaha dan buatlah beserta biodatanya!
4.    Jelaskan keunggulan seorang wirausaha dalam berusaha,dibandingkan dengan seorang pegawai negri!

Jawaban :

1.   Entrepreneurship adalah:

Jiwa kewirausahaan yang dibangun bertujuan untuk menjembatani antara ilmu dengan kemampuan pasar. Entrepreneurship meliputi pembangunan/pembentukan sebuah perusahaan baru, kegiatan kewirausahaan juga merupakan kemampuan managerial yang diperlukan oleh seorang entrepreneur.

2.   Berikut pengertian dan definisi wirausaha menurut para ahli :

Ø Menurut Arif F. Hadipranata : Wirausaha adalah sosok pengambil risiko yang diperlukan untuk mengatur dan mengelola bisnis serta menerima keuntungan financial ataupun non uang.


Ø Menurut Kathleen : Mengemukakan bahwa wirausaha adalah orang yang mengatur, menjalankan, dan menanggung risiko bagi pekerjaan-pekerjaan yang dilakukannya dalam dunia usaha.
Ø Acmad Sanusi, 1994: Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan dasar sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses, dan hasil bisnis.
Ø Soeharto Prawiro, 1997: Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha (start-up phase) dan perkembangan usaha (venture growth).
Ø Menurut Saidi dan Hartati (2008): Kewirausahaan merupakan proses penciptaan sesuatu yang baru pada nilai menggunakan waktu dan upaya penelitian, menanggung resiko keuangan, fisik, serta resiko sosial yang mengiringi, menerima imbalan moneter yang dihasilkan, serta kepuasan dan kebebasan pribadi.
Ø Raymond, (1995): Wirausaha adalah orang yang kreatif dan inovatif serta mampu mewujudkanya untuk meningkatkan kesejahteraan diri masyarakat dan lingkungan.
Ø Suryana (2008) : Kewirausahaan adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang nilai, kemampuan, dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidup untuk memperoleh peluang dengan berbagai resiko yang mungkin dihadapinya.
Ø Joseph Schumpeter (1934): Wirausahawan adalah seorang inovator yang mengimplementasikan perubahan-perubahan di dalam pasar melalui kombinasi-kombinasi baru. Kombinasi baru tersebut bisa dalam bentuk :
·       Memperkenalkan produk baru atau dengan kualitas baru,
·       Memperkenalkan metode produksi baru,
·       Membuka pasar yang baru (new market),
·       Memperoleh sumber pasokan baru dari bahan atau komponen baru,
·       Menjalankan organisasi baru pada suatu industri. Schumpeter mengkaitkan wirausaha dengan konsep inovasi yang diterapkan dalam konteks bisnis serta mengkaitkannya dengan kombinasi sumber daya.
Ø  Israel Kirzner (1979): Wirausahawan mengenali dan bertindak terhadap peluang pasar.
Ø  Entrepreneurship Center at Miami University of Ohio: Kewirausahaan sebagai proses mengidentifikasi, mengembangkaan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu.
Ø  Peter F. Drucker (1994): Mengatakan bahwa konsep kewirausahaan sebagai kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Kewirausahaan merupakan proses penciptaan sesuatu yang berbeda untuk menghasilkan nilai dengan mencurahkan waktu dan usaha diikuti penggunaan uang, fisik, resiko dan kemudian menghasilkan jasa berupa uang serta kepuasan dan kebebasan pribadi.
Ø  Steinhoff dan John F. Burgess (1993) : Mengemukakan bahwa wirausaha adalah orang yang mengorganisir, mengelola dan berani menanggung resiko untuk menciptakan usaha baru dan peluang berusaha. Secara esensi pengertian entrepreneurship adalah suatu sikap mental, pandangan, wawasan serta pola pikir dan pola tindak seseorang terhadap tugas-tugas yang menjadi tanggungjawabnya dan selalu berorientasi kepada pelanggan.
Ø Penrose (1963): Kegiatan kewirausahaan mencakup indentfikasi peluang-peluang di dalam sistem ekonomi.
Ø Harvey Leibenstein (1968, 1979): Kewirausahaan mencakup kegiatan yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya.
Ø  Richard Cantillon (1775): Kewirausahaan misalnya, mendefinisikan kewirausahaan sebagai bekerja sendiri (self-employment). Seorang wirausahawan membeli barang saat ini pada harga tertentu dan menjualnya pada masa yang akan datang dengan harga tidak menentu. Jadi definisi ini lebih menekankan pada bagaimana seseorang menghadapi risiko atau ketidakpastian.

3.    Biografi seorang pengusaha yang sukses : Saptuari-Sugiharta
BIODATA :
ü Nama :
SAPTUARI SUGIHARTO, S.SI
ü Tempat Tanggal lahir :
Jogjakarta, 8 September 1979
ü Email          :
ü Pendidikan   :
1998 – 2004 SI jurusan Perencanaan Pengembangan Wilayah Fakultas Geografi , Universitas Gajah Mada
ü  Nama Usaha     :
Graha Kedai Digital
ü Website          :
o   Alamat:
JI. Gambir No.6A Deresan, Yogyakarta Telp: 0274 7480080, Fax: 0274 6411481
Hp. 081904220888, 0274-7882008.
Email: kedaidigital@yahoo.com
ü  Penghargaan   :
o   2007 Wirausaha Muda Mandin Kategori Mahasiswa Program Pascasarjana dan Alumni.
o   2008 Penghargaan ISEMBA Indonesia Small & Medium Business.
o   2008 Entrepreneur Award versi Majalah Wirausaha dan Keuangan.
ü Lain-lain    :
o   2004 Sales Agent Kartu Halo Telkomsel Yogyakarta
o   2004 Data Adminstrator PT. Gamatechno UGM
o   2001 Marketing Radio Swaragama FM
o   2000 Crew produksi Waton Stiker Jogja & Supplier Stiker di Kopma- Kopma di Yogyakarta & Solo
o   2002 Campus Event Manager Sampoerna A Mild untuk area UGM
o   1999 Penjual celana Gunung di Kampus-kampus
o   1999 Peternak & Penjual Ayam Potong
o   1998 Penjaga Penitipan Tas di Kopma UGM


Bermula dari rasa heran itu, pada 2005 mantan marketing Swaragama FM itu mengambil langkah berani. Ia mendirikan Kedai Digital – perusahaan yang memproduksi barang-barang cinderramata (seperti mug, t-shirt, pin, gantungan kunci, mouse pad, foto dan poster keramik, serta banner) dengan hiasan hasil print digital. Untuk moal awal, ia rela menjual motor dan meminta orangtua menggadaikan rumah keluarga, akhirnya terkumpul modal sebanyak Rp 28 juta.
Butuh waktu enam bulan baginya untuk memulai kegiatan Kedai Digital. Prioritas awal, ia mesti mencari mesin digital printing. Beruntung, mesin itu ditemukannya di Bandung. Ia juga mencari tahu sumber-sumber bahan baku. Kemudian, ia mempersiapkan tempat usaha, menyusun konsep produk, dan merekrut para staf. Semuanya dilakukan sendiri.
Mulailah dia memproduksi beberapa merchandise. Pada mulanya masih terbatas pada kaos dan pin. Ketika mulai stabil, Saptu memberanikan diri merekrut desainer dari kampus-kampus seni, yang tersedia cukup banyak di Yogyakarta. Untuk tenaga marketing, ia meminta bantuan para mahasiswa dari perguruan tinggi lain, yang juga tersebar di kota itu. Pada awalnya, target pasar Kedai Digital adalah para mahasiswa.
Pada tahun pertama, Kedai Digital telah berhasil meraih penjualan sebesar Rp 400 juta. Tahun berikutnya, perolehan bisnis melesat menjadi Rp 900 juta. Seiring dengan pertambahan outlet, revenue pada 2007 menembus angka Rp 1,5 miliar. Bermula dari sebuah ­kios kecil di daerah Gejayan, Yogyakarta, kini Kedai Digital memiliki outlet di 21 kota di tanah air. Di antaranya di Jogyakarta, Solo, Semarang, , Magelang, Kudus, Klaten, Purwokerto, Sukoharjo, Wonol Madiun, Malang, Surabaya, Jember, Balikpapan, Sukabumi, Denpasar, Medan, Padang, Batam, Pekanbaru, dan Banda Aceh.
Saptuari Sugiharto, seorang pengusaaha muda yang merupakan bos dari Kedai Digital. Berbeda dengan generasi akhir 1990-an dan awal 2000-an yang umumnya terjun menjadi wirausahawan karena sulit mencari kerja akibat krisis ekonomi yang tengah melanda, generasi pengusaha muda berumur 20-an tahun saat ini tampak memiliki keyakinan diri yang lebih besar. Mereka sejak semula bersungguh-sungguh ingin menjalani hidup sebagai entrepreneur. Salah satu di antaranya adalah Saptuari Sugiharto.
Lelaki berusia 29 tahun itu telah mulai berbisnis kecil-kecilan sejak kuliah di Jurusan Geografi Universitas Gadjah Mada. Tahun ini, ia terpilih sebagai runner-up Wirausahawan Muda Mandiri 2007. Sejak masuk kampus UGM pada 1998, Saptuari telah mendambakan memiliki usaha sendiri. Sembari kuliah, beberapa usaha dijalaninya,  mulai dari menjadi penjaga koperasi mahasiswa, penjual ayam kampung, penjual stiker, hingga sales dari agen kartu Halo Telkomsel.
Saptuari-Sugiharta-Founder-Kedai-Digital
Lalu, pada 2004, ketika bekerja sebagai event organizer di sebuah perusahaan di Yogyakarta, mantan staf marketing Radio Swaragama FM ini terperanjat melihat antusiasme penonton berebut merchandise berlogo atau bergambar para selebriti. “Heran. Kenapa orang-orang begitu bersemangat mendapatkan kaus, pin, atau apa saja milik artis,” katanya.
“Padahal, mereka bisa membuat merchandise apa saja sesuai dengan kemauannya.” Bermula dari rasa heran itu, pada 2005 Saptuari mengambil langkah berani mendirikan Kedai Digital. Perusahaan itu bertujuan memproduksi barang-barang cendera mata (seperti mug, t-shirt, pin, gantungan kunci, mouse pad, foto dan poster keramik, serta banner) dengan hiasan hasil print digital.
Waktu itu, ia bermodalkan uang sebanyak Rp28 juta; hasil dari tabungan, menjual motor, dan menggadaikan rumah keluarga. Butuh waktu enam bulan bagi lelaki kelahiran Yogyakarta itu untuk memulai kegiatan Kedai Digital. Terlebih dahulu, ia mesti mencari mesin digital printing. Ia mendapatkannya (buatan China) di Bandung.
Ia juga harus mencari tahu sumber-sumber bahan baku. Kemudian, ia harus mempersiapkan tempat usaha, menyusun konsep produk, dan merekrut para staf. Semuanya dilakukan sendirian. Bisnisnya berjalan pelan tapi pasti. Ketika usahanya mulai stabil, Saptuari memberanikan diri merekrut desainer dari kampus-kampus seni yang memang tersedia cukup banyak di Yogyakarta.
Untuk tenaga marketing, digunakan para mahasiswa dari perguruan tinggi lain yang juga tersebar di kota itu. Target pasar Kedai Digital adalah para mahasiswa. Karenanya, menurut Saptuari, perusahaannya tak boleh main-main soal kualitas. Karena itu, ia mesti menggunakan desainer yang memiliki latar belakang pendidikan formal. Pada tahun pertama, Kedai Digital telah berhasil meraih penjualan sebesar Rp: 400 juta.
Tahun berikutnya, perolehan bisnis melesat menjadi Rp900 juta. Seiring dengan pertambahan outlet, revenue pada 2007 menembus angka Rp1,5 miliar. Hingga akhir tahun silam, Kedai Digital telah memiliki delapan gerai di Yogyakarta. Salah satunya adalah Kedai Supply yang menyediakan bahan baku untuk kebutuhan produksi di seluruh outlet lainnya.
Sementara itu, gerai Kedai Printing dikhususkan melayani pesanan produk-produk advertising seperti banner. Di luar Yogyakarta, Saptuari telah memiliki lima outlet lain (di Kebumen, Semarang, Tuban, Pekanbaru, dan Solo) melalui sistem waralaba. Menurut Nur Alfa Agustina, Kepala Departemen MikroBisnis Group Bank Mandiri (penyelenggara Wirausahawan Muda Mandiri), di antara 500 peserta yang mengikuti lomba, Kedai Digital dinilai inovatif karena merupakan pelopor industri merchandise dengan metode digital printing di wilayah Yogyakarta.
Untuk penilaian dari sisi bisnis, Saptuari mendapat nilai lebih karena bukan berasal dari keluarga pengusaha. Pendidikannya pun tak terkait dengan ilmu ekonomi. Lalu, karena melibatkan banyak mahasiswa dalam menggerakkan usahanya dan mengajarkan mereka soal entrepreneurship, lelaki bertubuh kekar itu mendapat nilai yang tinggi dalam penilaian aspek sosial. Soal yang terakhir itu, Saptuari memang mengajak para pegawainya yang berperilaku baik untuk ikut memiliki saham di outlet-outlet Kedai Digital.
Kini, telah empat kedai yang sahamnya ikut dimiliki para pekerja. “Saya tak mau mereka terus-terusan hanya menjadi pekerja. Mereka juga harus menjadi owner,” katanya. Semangat wirausaha telah ikut disebarluaskan.





4.  Keunggulan seorang pengusaha dibandingkan dengan seorang pegawai negri  :

Banyak orang masih mempertanyakan apa sih keuntungan jadi seorang pengusaha di banding dengan pegawai yang bekerja di kantoran.
Keuntungan Menjadi Wirausaha Di banding Pegawai / PNS

Keuntungan Menjadi Wirausaha Di banding Pegawai / PNS

 

1.    Waktu Untuk Keluarga Lebih Banyak :
Menjadi wirausaha, Anda akan memiliki waktu
yang fleksibel. Berbeda dengan jam kantor yang sudah menetapkan standar jam kerja setiap harinya. Anda juga tak perlu repot-repot lembur di kantor. Tentu saja ini akan menguntungkan Anda dan keluarga. Waktu untuk berkumpul bersama menjadi lebih banyak, dan lebih mudah mengawasi anak setiap hari.

2.    Membuka Kesempatan Kerja    :
Apabila bisnis yang dijalani mulai berkembang, Anda bisa membuka kesempatan kerja bagi siapa saja. Selain dapat membantu menjalani usaha yang diterapkan, ini dapat menciptakan peluang karir untuk orang lain.

3.     Memiliki Pendapatan Sendiri  :
Membuka usaha tentunya bisa membantu Anda memiliki pendapatan sendiri. Dengan begitu, Anda juga bisa membantu suami untuk memenuhi pengeluaran keluarga dan menambah tabungan masa depan bersama-sama. Laba yang didapat malah bisa lebih besar dari gaji karyawan kantoran yang sudah ditentukan.

4.    Relasi Semakin Luas   :
Menjadi wirausaha memberikan peluang untuk Anda bertemu dengan orang banyak. Ini juga bisa membantu Anda untuk menambah relasi. Semakin banyak network yang didapatkan justru bisa membuat usaha yang dijalankan semakin sukses.

5.    Wawasan Bertambah  :
Tak hanya relasi saja yang bertambah, wawasan Anda juga akan berkembang. Misalnya wawasan seputar perkembangan ekonomi dan sosial, atau wawasan yang berhubungan dengan bisnis. Hal tersebut juga bisa Anda dapatkan dari orang-orang atau relasi yang ditemui.

6.    Hobi Tersalurkan   :
Umumnya para wanita yang berwirausaha berawal dari hobi. Misalnya memiliki hobi menari, hobi memasak, atau bahkan hobi menjahit. Selain hobi tersalurkan, usaha yang dijalankan pun terasa lebih ringan. Dari hobi Anda bisa mendapatkan penghasilan.