Senin, 20 Mei 2013

Rangkuman Bab 7,8,9,&10 KEWIRAUSAHAAN


Tugas
Rangkuman Bab 7,8,9,&10
KEWIRAUSAHAAN
Adam pramono S.pd

Nama: Fauziah Nur
Kelas: X Keperawatan C



Smk kesehatan mandonga

kendari
2013-05-16

Bab 7
Pengambilan Keputusan
A.   Pengertian Pengambilan Keputusan

Pengambilan keputusan merupakan proses pemilihan dari beberapa alternatif  yang ada untuk di gunakan dalam memecahkan suatu masalah.

B.   Jenis-Jenis Keputusan

1.     Keputusan untuk menyelesaikan masalah ( problem solving decision ).
Bertujuan untuk menyelesaikan masalah yang terjadi.
2.     Keputusan berdasarkan intuisi ( intuitire decision ).
Kepetusan ini lebih bertujuan lebih bersifat personal.
3.     Keputusan kreatif ( cretive decision ).
Apabila suatu masalah sering terjadi baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam kegiatan bisnis, perlu diambil sebuah keputusan yang bersifat tuntas, kreatif dan inovatif sehingga permasalahn tersebut tidak terjadi lagi.
4.     Keputusan untuk mengatasi konflik ( conflict decision ).
Bertujuan agar konflik yang timbul tidak berujung pada pertikaian.
5.     Keputusan yang diambil berdasarkan alasan yang strategis ( strategic decision ).
Perbedaan keputusan ini dengan keputusan intuitif, konflik, atau keputusan kreatif adalah:
a.     Memiliki alasan yang kuat dalam visi jangka panjang.
b.     Lebih stategis karena dampaknya lebih kuat.
c.      Berisiko lebih besar.
d.     Bersifat survival, agar usaha itu bisa bertahan dari konflik yang terjadi atau yang akan terjadi.
6.     Tidak ada keputusan atau keputusan diam ( silent decision ).
Dengan cara ini sebenarnya anda dikatakan sudah mengambil keputusan

C.   Latar Belakang Sebuah Keputusan
1.     Keputusan diambil untuk memenuhi harapan yang di inginkan.
2.     Keputusan tersebut merupakan alternatif yang lebih baik dari pada tidak mengambil keputusan
3.     Sudah mengetahui apa yang mungkin akan terjadi selanjutnya sehingga ia merasa bahwa keputusan yang diambil tidak beresiko bagi usaha maupun dirinya sendiri.
4.     Sudah di rencanakan sebelumnya.
5.     Untuk menumbuhkan semangat baru (motivasi)

D.   Proses Pengambilan Keputusan
Berikut ini tahap-tahap pengambilan keputusan:
1.     Mengetahui motif
2.     Mengetahui tujuan visi dan misi
3.     Menganalisis untuk mencari penyebab masalah
4.     Menganalisis resiko yang ada
5.     Mencari laternatif pemecahan masalah yang bisa diambil
6.     Melekukan triad and research atau uji coba riset.
7.     Mendapatkan feedback atau input dari riset dan uji coba.
8.     Merumuskan masalah dan mengambil kesimpulan.
9.     Mendapatkan keputusan akhir.
10.            Mengomunikasikan keputusan.

E.   Mengomunikasikan Keputusan
Hasil sebuah keputusan harus selalu di komunikasikan kepada pihak-pihak tertentu. Pihak- pihak yang perlu di beri informasi mengenai hasil keputusan antara lain:
1.     Pihak lawan atau terkait dengan konflik,
2.     Seluruh anggota tim atau karyawan dan anggota organisi yang berkaitan dengan keputusan tersebut.
3.     Pelanggan, bila keputusannya adalah keputusan bisnis yang bersifat pemasaran ( marketing ).
4.     Orang yang dianggap penting dan berhubungan dengan keputusan tersebut.

F.    Analisis Masalah Menggunakan Analisis SWOT
Analisi swot adalah analisis masalah terhadap kegiatan yang sama pentingnya dengan proses pengambilan keputusan itu sendiri.
©     S:      strengths, yaitu kekuatan, keuntungan atau keunggulan dari informasi yang di dapat dari cara riset dan uji coba.
©     W:     weaknesses, yaitu kelemahan atau kesulitan dari masalah tersebut.
©     O:      opportunities,yaitu peluang, kesempatan, atau inspirasi dari hasil uji coba dan tial yang telah dilakukan.
©     T:      theats,yaitu ancaman, kesulitan, hambatan yang akan terjadi dari hasil rised dan trial.

G.  Penerapan Analisis Swot Dalam Pengambilan Keputusan
Analisis swot merupakan sebuah alat analisis yang penting bagi seotang wirausaha dalam memutuskan sebuah strategi.
          Dalam sebuah industri ada 2 faktor pen ting yang harus di pertimbangkan, yaitu:
1.     Faktor internal perusahaan. Yaitu:
a.     Pemasok ( supplier ), dan
b.     Konsumen ( pasarnya).
2.     Faktor eksternal perusahaan, yaitu:
a.     Masuknya produk pesaing baru sebagai ancaman bisnis anda,
b.     Masuknya produk pengganti ( substitutive product ) yang bisa menggantikan produk anda.

  
Bab 8
Sikap Pantang Menyerah Dan Ulet
A.   Jiwa Kepemimpinan ( Leadership )
Sebelum mewujudkan langkah pertama dan mengambil resiko dari langkah pertama dan selanjutnya, anda membutuhkan kemampuan untuk memengaruhi pikiran anda agar mau mengikuti keinginan. Hal inilah yang disebut kepemimpinan diri ( self leadership).

1.     Perbedaan Manajemen Dan Kepemimpinan
·        Manajemen adalah suatu krgiatan, cara, dan proses untuk mengorganisasi, mempromosikan, merencanakan, dan mengendalikan kelompok agar tujuannya bisa tercapai tujuan organisasi melalui usaha orang lain.
·        Kepemimpinan adalah kemampuan ( seni dan ilmu ) dari orang yang berusaha unuk memengaruhi prilaku.

2.     Sifat- Sifat Yang Memengaruhi Keberhasilan Kepemimpinan
a.     Mempunyai kecerdasan
b.     Hubungan dengan orang lain
c.      Kedewasaan
d.     Memotivasi orang lain
e.      Memotivasi diri sendiri
f.       Sikap dan perilaku
g.     Integritas tinggi
h.     Humoris
i.       Komitmen tinggi
j.       Mampu memberikan wewenang
k.     Menciptakan rasa aman
l.       Tegas dan disiplin
m.  Visioner
n.     Mengambil resiko

B.   Semangat Pantang Menyerah Dan Ulet
Ada beberapa hal yang harus diketahui dan di pelajaridalam rangka menumbuhkan semangat pantang menyerah dan ulet.

Hal-hal tersebut antara lain:
1.     Kegagalan
Banyak orang yang mudah gagal, takut gagal dan tidak berkeinginan untuk mewujudkan hidup yang lebih baik.
2.     Modal
Selain  modal uang masih banyak modal lain yang bisa di pakai untuk memulai untuk menjadi wirausaha yaitu:
a.     Ide
b.     Pengalaman
Modal pengalaman terdiri dari
1)    Latar belakang pendidikan
2)    Pengetahuan yang dimiliki
3)    Pengalaman selama anda mencoba atau mengetahui orang lain menjalankan usaha.
c.      Jaringan
d.     Kreativitas
e.      Informasi
Masih banyak hal selain uang yang bisa di gunakan sebagai modal untuk mendirikan sebuah bisnis. Modal uang bukan segala-galanya, jadi jangan takut untuk memulai suatu usaha.


 Bab 9
Mengelola Konflik
A.   Pengertian Konflik
Konflik merupakan situasi dimana dua orang atau lebih menginginkan satu sasaran yang menurut mereka bisa di capai dan di wujudkan oleh salah satu dari mereka dan tidak mungkin keduanya mewujudkan secara bersama-sama.

B.   Faktor-Faktor Penyebab Konflik
Konflik bisa timbul di sebabkan dari berbagai sumber ,misalnya:
a.     Perbedaan presepsi
b.     Ketidak harmonisan pemikiran
c.      Egoisme
d.     Persaingan
e.      Situasi dan kondisi yang mendukung konflik mendukung konflik
f.       Perilaku seseorang
g.     Kurang komunikasi satu dengan yang lain
h.     Diskriminasi
i.       Kebencian

C.    Munculnya Konflik
Konflik muncul karena ketidak harmonisan dan ketidak keselarasan tiga buah aspek  yaitu situasi, sikap dan sasaran atau tujuan yang di rasakan oleh beberapa pihak.
Dalam situasi tertentu, konflik dapat muncul karena tidak adanya harmonisasi presepsi dari satu atau dua orang atau lebih hingga terbentuk polaritas.

D.   Tipe-Tipe Konflik
Tipe-tipe konflik dapat di bagi menjadi beberapa bagian antara lain:
1.     Tipe Konflik Berdasar Faktor Penyebabnya
Berdasarkan faktor penyebabnya, konflik dapat di bedakan sabagai berikut:
a.     Konflik emosi atau perasaan ( emotional conflict )
b.     Konflik ide dan pemikiran ( cognitive conflict )
c.      Konflik tujuan ( goal conflict )
2.     Tipe Konflik Berdasarkan Tingkatnya
Berdasarkan tingkatnya, konflik dapat di bedakan sebagai berikut:
a.     Konflik individu atau peribadi
b.     Konflik antar perorangan atau individu
c.      Konflik dalam kelompok
d.     Konflik antar kelompok
e.      Konflik interorganisasi

E.   Mengelola Dan Mengatasi Konflik
Faktor yang memengaruhi pemecahan konflik adalah sebagai berikut:
1.     Pengalaman masa kecil .
2.     Pengalaman saat belajar di sekolah.
3.     Pengetahuan tentang teknik pemecahan masalah.
4.     Tingat kecerdasaan emosi (EQ) yang belum terbentuk dengan baik.
5.     Tingkat kedewasaan seseorang.
6.     Media yang sering di lihat.
7.     Saran dari orang yang terdekat.
Pada dasarnya orang akan menggunakan informasi, penetahuan dan pengalaman yang di miliki untuk bisa mengatasi konflik.

F.    Manfaat Suatu Konflik
Konflik memiliki filosofi yang sama dengan resiko, kegagalan, maupun kesulitan, di dalam terdapat dua sisi (positif  dan negatif), yaitu:
1.     Manfaat Negatif Konflik
Konflik akan menuju ( polarisasi ) kearah negatif  apabila:
a.     Masing-masing tetap bersikukuh terhadap persepsi dan tujuannya sendiri tanpa melihat dari sisi orang lain ( pihak lawan).
b.     Tidak ada yang mau mendamaikan.
c.      Tidak ada wasit, penengah, atau pemimpin dalam kelompok
d.     Tidak ada inisiatif untuk bersama-sama memecahkan masalh
e.      Masing-masing pihak bersikap egois, ingin menang sendiri, kaku, gengsi, dan angkuh.

Konflik yang menuju kearah pertikaian ( negatif ) bisa dimanfaatkan agar menjadi positif dengan cara:
a.     Memisahkannya ke kelompok yang memiliki posisi dan tujuan yang berbeda sehingga tercipta persaingan yang menguntungkan bisnis dan mereka sendiri
b.     Terangkan lah bahwa tujuan mereka benar dan abik tetapi caranya yang salah.
c.      Lakukan negoisasi dan pertemuan untuk memberi pengertian bahwa anda orang hebat dan jadikan mereka patner untuk bahu membahu,
2.     Manfaat Positif Konflik
Manfaat positi konflik antara lain:
a.     Membuat situasi lebih jelas dan terbuka sehingga anda tahu maksud dan tujuan yang di inginkan orang lain.
b.     Memperbaharui tim dan memanfaatkan semangat, energi, dan gairah mereka sehingga bisa memperoleh keuntungan untuk memajukan bisnis.
c.      Mendorong kreativitas tim dan anggotanya melalui adu argumen yang bersifat positif hingga di temukan ide, inspirasi, informasi baru atau peluang bisnis untuk menciptakan sebuah solusi yang kreatif dan inovatif.
d.     Mengungkapkan apa yang ada di dalam pikiran.
e.      Memberikan kesempatan kepada orang lain untuk berargumentasai positif.
f.       Emosi negatif akan keluar dan emosi positif akan di olah.
g.     Mendorong pertumbuhan usaha agar tercipta loyalitas karena adanya konflik positif.
h.     Membangun kepercayaan diri karyawan agar berani mengemungkakan pendapat.
i.       Untuk lebih menegaskan kembali prinsip-prinsip tim
j.       Semakin lebih mengenal dan untuk menyeleksi siapa saja orang yang ingin maju,

  
Bab 10
Menbangun Visi Dan Misi Usaha
A.   Visi Dan Misi
Perbedaan antara orang sukses dan orang gagal adalah bahwa mereka yang gagal tidak atau belum mempunyai visi dan misi, hal-hal yang diinginkan dan tujuannya. Sementara orang berhasil telah mengrtahui dengan pasti apa yang ingin dan yang telah di capainya.

1.     Visi
Visi adalah angan-angan atau imajinasi seseorang tentang usaha atau bisnis atau diri mereka suatu saat nanti.
Secara intinya visi adalah sebuah tujuan, keinginan, atau angan-angan ( gambaran) masa depan perusahaan yang anda bangun, pilih, dan besarkan.
Oleh karena itu, visi yang ideal harus bersifat:
a.     Sederhana
b.     Terukur
c.      Terjangkau
d.     Beralasan
e.      Ambisius
f.       Periode waktu
g.     Bersifat strategis
h.     Ada kejelasan hubungan antara keadaan saat ini dengan akan datang.
i.       Perspektif kondisi anda saat ini kemasa akan datang.
j.       Komunikatif.

2.     Misi
Misi adalah bagaimana anda mewujudkan sebuah visi.
Jadi, misi adalah usaha, pemikiran, dan langkah-langkah formal untuk mewujudkan sebuah visi.
Unsur-unsur pokok sebuah misi adalah:
a.     Kiat dan usaha untuk mewujudkan visi.
b.     Nilai-nilai dasar organisasiyang dinyatakan dalam misi organisasi.
c.      Segmen pasar dan pelanggan.
d.     Pernyataan dengan produk atau jasa yang di masuki (dijualnya).
e.      Keyakinan yang kuat, asumsi-asumsi, dan budaya bekerja dengan orientasi mutu.
f.       Pernyataan strategis jangka panjang dan jangka pendek.

B.   Peran Kepemimpinan Dan Manajemen Dalam Merumuskan Visi Dan Misi Usaha
Kepemimpinan mempunyai peran yang sangat penting dalam merumuskan visi dan misi usaha, organisai, kelompok, maupun pribadi. Seorang pemimpin merumuskan visi, misi, strategi dan nilai perusahaan atau bisnis. Sedangkan manajemen, yang dipimpin oleh manejer, adalah individu, departemen, kelompok, atau organisasi yang membuat perencanaan, program, taktik, kendali, dan anggaran untuk mewujudkan visi, misi, strategi dan nilai perusahaan yang telah di tetapkan oleh pemimpin.

C.   Langkah-Langkah Menyusun Visi Dan Misi Usaha
Seorang wirausaha harus memiliki jiwa kepemimpinan untuk:
1.     Mengambil keputusan dan mengelola resiko;
2.     Memutuskan untuk menjadi wirausaha mandiri;
3.     Menumbuhkan sikap pantang menyerah;
4.     Mengelola konflikmenjadi konflik yang bersifat positif;
5.     Mengetahui visi misi serta merencanakan strategi yang akan di rumuskan.
Oleh karena itu seorng wirausaha harus mampu menyusun sebuah visi dan misi . Setelah seorang wirausahawan menetapkan visi dan misinya, diharapkan dia mampu mengambil keputusan berserta resikodan juga mempunyai wawasan dalam mengelola konflikserta mengetahui dan mampu mengasah jiwa kepemimpinannya.